Hai anak-anakku, teman-teman kecilku, apa kabar kalian hari ini??
Bagaimana kehidupan sekolah? hehe... masa remaja adalah masa yang seru dan sangat seru banget! sebelumnya miss ingin cerita pengalaman waktu SMA dulu, pertama masuk sekolah dan duduk di kelas 1 SMA grogi dan cemas. Karena masa peralihan dari SMP ke SMA yang dibayang-bayangi oleh pikiran soal; kira-kira temen-temenku yang baru kayak apa ya? sekolahnya kayak gimana ya? dan lain-lain... apalagi miss nga punya temen segeng dari SMP yang masuk ke SMA yang sama, gimana nga grogi dan takut?. Pertama kenalan dengan teman-teman baru rasanya seru dan menyenangkan walaupun masih kaku dan harus adaptasi dengan lingkungan baru. Minggu pertama sekolah sedikit merasa kesepian karena belum ketemu temen yang cocok, tapi akhirnya minggu demi minggu berjalan dengan cepat dan bertemu teman-teman yang asyik dan sukses beradaptasi dengan sekolah dan lingkungan baru. Memang nga gampang untuk cepat beradaptasi dengan sekolah, teman, lingkungan dan 'hidup' baru sebagai anak SMA, butuh waktu. Masa-masa kelas 1 miss lalui dengan seru dan tetap usaha untuk beradaptasi dengan lingkungan.
Masalah datang ketika aku duduk di kelas dua, masalah kenyaman dengan sekolah. Saat itu adalah masa ter-gundah karena aku merasa nga nyaman dengan segala aspek kehidupan sekolah. Lalu ms konsultasi dengan orang tua untuk segera pindah ke sekolah lain. Ketika ms mencoba datang mendaftar ke sekolah yang lain tsb, ternyata di tolak karena masalah rayon. Sontak aku kecewa karena penolakan itu, kok bisa? padahal ingin pindah sekolah!. Ms sempat ga semangat sekolah karena hal ini, setiap hari datang ke sekolah dengan beban pikiran ingin pindah tapi ga bisa! sempat merasa stres dan down karena hal ini. Bukan hal yang gampang ketika menyadari setiap hari bangun tidur dan berangkat menghadapi kenyataan bahwa aku emang ga bisa pindah sekolah. Masa-masa itu menjadi masa yang sedikit suram bagi ms, menghadapai kenyataan dan realita bahwa tidak impian sesaat ini tidak bisa terwujud. Melihat kekecewaan ini, Alhamdulillah orang tua terus mengingatkan agar berdoa dan memohon ampun kepada ALLAH SWT, bersyukur dan terus bersyukur karena masih punya uang untuk terus sekolah. Buat kita yang mampu bersekolah adalah sebuah kenikmatan dari ALLAH SWT berikan sebagai bekal masa depan.
Terlepas dari itu, akhirnya ms mulai menerima keadaan bahwa sia-sia aja kalo pindah sekolah di kelas 2 SMA karena sisa 1 tahun lagi jadi untuk apa?. Pelan-pelan masalah ketidaknyamanan itu hilang, di kelas 3, miss masuk ke kelas 3IPS1 dan ketemu dengan teman-teman dari berbagai 'aspek',ada anak gaul, anak pinter, anak yang biasa-biasa aja tapi bisa blend di 1 kelas. Walopun anak-anak gaul terlihat sangat populer tapi mereka tetap mau main bareng dengan anak-anak yang biasa, sebuah bentuk solidaritas dan apresiasi yang luar biasa. Kita sangat kompak 1 kelas, saling membantu satu sama lain jika ada teman yang sedang bermasalah. Yang membuat ms terkejut adalah, ada satu anak perempuan yang lumayan di kenal di sekolah, ternyata minat besar dia adalah di pelajaran ekonomi-akutansi. Kalo dari gaya nya sih, nga keliatan kalo minat dia di situ, ibu masih ingat kata-kata dia ; " nanti kalo gw kuliah, gw mau masuk STAN dan kerja di Pajak"... kata-kata itu yang menginspirasi miss untuk berfikir masa depan, soal kuliah terutama.. Miss tidak pernah menyangka kalo teman ms yang satu ini, dia sebenarnya doyan nongkrong dan jalan-jalan, tapi ternyata punya pikiran seserius itu untuk masa depan. Dan dari situlah aku terpacu untuk mengali kemampuan dan minatku dimana. Karena ms suka menggambar ada seorang teman menyarankan untuk masuk ke jurusan desain grafis. Pertama miss bingung, apakah ada jurusan seperti itu? ternyata setelah miss cari tahu bersama seorang teman, akhirnya memang ada dan mencari tahu informasi mengenai hal tersebut.
Lalu, apa kabar dengan UN alias ujian negara?, entah kenapa sih, sekarang kayaknya UN bak 'malaikat pencabut nyawa' yang sebegitu di takutkannya oleh anak-anak sekolah?. Dulu ketika SMA, jujur, aku nga pernah merasa khawatir dengan itu, walaupun ms sekolah di sekolah swasta, so what???.. Guru-guru manapun akan melakukan tugasnya yang sama, yaitu preparing sebelum ujian dengan memberikan kisi-kisi soal dan alhamdulillah ada beberapa materi UN tahun lalu yang ditanyakan kembali di soal. Jadi apalah yang harus dikhawatirkan? jika kita belajar, yakinlah! pertama berdoa dan mendekatkan diri selalu kepada ALLAH SWT agar diberikan kemudahan dan kelancaran dalam hidup. Berdoa dilakukan kapan saja bukan di waktu-waktu tertentu, Allah SWT Maha Besar dan pertolonganNYA sungguhlah nyata!. Jadi buat kalian yang stress mau menghadapi UN, buang jauh-jauh stress itu! karena itu tidak akan menyelesaikan masalah kalian justru malah menambah masalah!. Jadi kunci sukses UN adalah; DOA-USAHA(BELAJAR)-TAWAKAL! thats it, insyaallah nga ada yang lebih manjur dari itu. Kalo sudah belajar ya PD aja, dan satu lagi, teknik menghafal yang dasyat adalah : anggaplah materi sebagai bahan pengetahuan dan penambah wawasan bagi diri sendiri bukan sebagai hafalan sebentar semata karena niscaya, materi itu akan menempel kapan saja. Jika membaca hanya untuk menghafal ujian, niscaya materi akan gampang terlupakan. UN bukan hal yang menakutkan, wong cuma kertas sama pensil kok? dia bukan macan atau harimau yang berdiri di depan kita dan siap memakan kita, itu hanya sekumpulan soal-soal yang harus dijawab. Jangan di jadikan beban, pikiran memainkan logika dan perasaan ketika kita sedang dalam keadaan terdesak. Belajarlah, insya allah suskes dalam ujian!
Masa SMA adalah masa transisi, dimana kalian mencari jati diri, dimana energi kalian sedang meletup-letup dan labil. Ketika ibu mendengar cerita beberapa kegelisahan anak karena merasa tidak nyaman di sekolah, ibu juga pernah merasakannya. Ketika dulu hasrat ingin pindah sekolah begitu kuat dan ketika harus menghadapi kenyataan bahwa tidak bisa pindah, sangat pedih! Ibu merasakan jika sekarang ada beberapa anak merasakan hal yang sama seperti ibu dulu. Itu wajar, karena masa-masa transisi, pencarian jati diri.. Tapi yang harus dipikirkan oleh kamu sebelum memutuskan sebuah keputusan besar adalah; jangan jadikan keputusan itu sebagai pelarian diri dari sumber masalah!. Karena itu akan menghasilkan keputusan yang tidak bertanggung jawab. Karena kita tidak akan pernah tahu apakah jika kita pindah ke sekolah, tempat dan lingkungan baru, semua akan menyelesaikan masalah. Masalah selalu datang menguji kita. Sebesar apapaun hasrat untuk lari dari masalah justru malah akan menambah masalah baru. Hadapilah dengan pelan-pelan masalah itu, tentu kita semua tidak ingin di bilang pengecut,bukan?. Ingatlah tidak ada yang lebih besar selain ALLAH SWT yang Maha Besar. Berdoalah kepadaNYA dan meminta petunjuk. Jika pikiran kalian kembali berfikir kesitu, insya allah dan ibu yakin jika kita kuatkan ke-tauhid-an kita kepada ALLAH SWT, nga ada satu hal pun yang membuat kita takut dalam hidup ini. Jadi sebelum kalian menilai sesuatu yang jelek/buruk/bikin ilfeel, cari dulu aspek positifnya. Galilah dulu apa yang positif dan dalami dulu. Insya allah pelan-pelan sebuah jalan keluar akan muncul kepermukaan dengan sendiri. Seperti kesedihan yang dulu ibu alami dulu, pada akhirnya sebelum orang tua yang datang menasehati, ibu menggali dulu apa sih positifnya sekolah ibu dulu? apa yang membuat ibu merasa nyaman di situ? apakah guru-gurunya? teman, lingkungan atau suasana?. Setelah menemukan sisi positif itu, akhirnya keinginan ingin pindah itu pelan-pelan hilang, alhamdulillah..... jadi, jangan takut menghadapi masalah, jika kalian belum bisa cerita atau mengungkapkan, tulislah! di buku harian dan yang paling utama adalah ; mengadulah kepada ALLAH SWT, niscaya ALLAH SWT akan menunjukkan kebesaranNYA, amiinnn, semangat belajar teruslah anak-anak! ingat betapa beruntungnya kalian dapat bersekolah dengan segala fasilitas yang bagus. Tidak dengan atap sekolah yang rubuh, buku-buku yang basah, telanjang kaki. Masih banyak teman-teman kita diluar sana yang menempuh berkilo-kilo meter menuju sekolah, naik sampan, kaki telanjang. Kalian jauh lebih beruntung, jadi alasan apa lagi yang membuat kamu tidak semangat belajar hanya karena mengikuti hawa nasfu? lihatlah diri kalian di cermin dan renungkanlah, nikmat dari ALLAH SWT manakah yang tidak nyata?...



Trimakasih bu sudah menceritakan kisah ibu ^^ semoga saya dan yg lainnya bisa mengambil hikmah dari cerita ibu ini, terutama dalam mencari jati diri.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus